Thursday, 30 April 2015

PERBEDAAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF




A.    KUANTITATIF
1.      Apa yang dimaksud dengan kuantitatif ?
Kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan oleh peneliti. Kuantitatif menggunakan data penelitian berupa angka-angka  dan analisis menggunakan statistik. Penelitian kuantitatif tidak terlibat secara langsung ke lapangan namun peneliti dapat mewakilkan orang lain untuk menyebarkan angket atau melalukan wawancara terstruktur.
2.      Mengapa proses penelitian kuantitatif bersifat linier ?
Karena proses penelitian kuantitatif pada dasarnya untuk menjawab suatu masalah. Masalah tidak akan datang dengan sendirinya, namun peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Lalu masalah yang telah didapat dapat dijawab dengan merumuskan seara spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Apabila jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Selanjutnya memilih metode penelitian yang sesuai, maka peneliti dapat menyususn instrumen penelitian. Instrumen digunakan sebagai alat pengumpul data berbentuk test, angket/kuesioner untuk menjadi pedoman ketika wawancara atau observasi. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yangg berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan prosespenelitian kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier di mana langkah-langkahnya nampak jelas. Mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan, analisis data, dan membuat kesimpulan dan saran.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif ?
Beberapa karakterirtik penelitian kuantitatif dapat diuraikan secara terperinci sebagai berikut:
a.       Desain yang di gunakan spesifik, jelas dan rinci. Pada saat ditentukan sejak awal sudah mantap, dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
b.      Tujuan yang menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
c.       Teknik pengumpulan data berbentuk kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
d.      Instrumen penelitian berbentuk test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang telah tersetandar.
e.       Data yang diperoleh dengan kuantitatif, dan hasil pengukuran variabel yang dioprasionalkan dengan menggunakan instrumen.
f.       Sampel dalam penelitian ini sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal, representatif dan besar.
g.      Analisis penelitian setelah selesai pengumpulan data, deduktif, dan menggunakan statistik untuk menguji hipotetis.
h.      Hubungan dengan responden dibuat berjarak, bahkan seringtapa kontak supaya obyektif. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden, dan pada jangka pendek sampai hipoteteis dapat dibuktikan.
i.        Usulan desain lebih luas dan rinci, literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti, prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya, dan masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Hipotetis dirumuskan dengan jelas. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapagan.
j.        Kapan penelitian dianggap selesai? Penelitian dianggap selesai setelah semua kegiatan yanng direncanakan dapat diselesaikan.
k.      Kepercayaan terhadap hasil penelitian melalui penguji validitas, dan realibilitas instrumen.

B.     KUALITATIF
1.      Apayang dimaksud kualitatif ?
Kualitatif  adalah metode penelitian yang dituntut untuk terlibat langsung di lapangan. Bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara ilmiah apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi oleh keadaan dan kondisinya, yang menekannya secara deskripsi alami.
2.      Mengapa empat dasar filosofis berpengaruh dalam penelitian kuantitatif  ?
Dapat kita uraikan empat filososfis yang sangat berpengaruh terhadap penelitian kuantitatif agar mendapatkan kesimpulan bahwa faktor dasar filosofis bepengaruh dalam kualitatif :
a.       Fenomenologi, yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila peneliti melakukan penagkapan secara profesional, maksimal, dan bertangung jawab maka akan dapat diperoleh variasi refleksi dari objek. Tugas peneliti adalah memberikan intrerpretasi terhadap gejala tersebut.
b.      Interaksi simbolik, yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam penelitian kualitatif.
c.       Kebudayaan, sebagai suatu hasil budi daya manusia yang berwujud dalam tingkah laku atau benda, bahasa, simbol, dan lain-lain. Oleh karena itu jika peneliti ingin memperoleh data yang akurat dan rinci perlu sekali mempelajari latar belakang kebudayaan responden, dan lebih baik lagi jika sanggup meluangkan waktu hidup bersama mereka beberapa lama.
d.      Antropologi, yaitu dasar filosofis yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan manusia, baik secara normatif maupun historis. Peneliti harus peduli dengan kegiatan atau tindakan manusia di masa yang lampau dan yang akan datang.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif
Berikut ini karakteristik penelitian kuantitatif:
a.       Memiliki sifat induktif, yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada, mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.
b.      Melihat setting dan respons secara keseluruhan atau holistik. Peneliti berinteraksi dengan responden dalam konteka yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang seolah-olah dikendalikan peneliti.
c.       Memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami oleh peneliti menyangkut lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi tindakan.
d.      Menekankan validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti.
e.       Menekankan pada setting alami. Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada perolehan data asli.
f.       Mengutamakan proses dari pada hasil.
g.      Mengguunakan non-probalitas sampling.
h.      Peneliti sebagai instrumen yang memiliki daya responsif tinggi, memiliki sifat adaptabel, memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitian secara holistik, sanggup menambah pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan klasifikasi, dan memiliki kemampuan untuk mengeksplor dan merumuskan sehingga menjadi bahan masukan bagi pengayaan konsep ilmu.
i.        Menganjurkan penggunaan triangulasi, yaitu menyilangkan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan.
j.        Menguntungkan diri pada teknik dasar studi lapangan.
k.      Mengadakan analisis data sejak awal.

C.     PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
NO
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitataif
1.
Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal
Kejelasan unsur: subyek tempel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flasibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan ((emergent)
2.
Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan dissun.
Langkkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
3.
Hipotetis (jika memang perlu):
a.       Memajukan hipotetis yang akan diuji dalam penelitian.
b.      Hipotesis menemukan hasil yang diramalkan--- apriori.
Hipotesis:
a.       Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung --- tentatif.
Hasil penelitian terbuka.
4.
Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
Desain: desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
5.
Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
6.
Analisis data: dilakukan sesudahsemua data terkumpul.
Analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

Terdapat perbedaan antara keduanya yang sifatnya mendasar, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan:
Jenis-jenis penelitian kuantitatif dapat dibedakan dari keberadaan data yang diteliti, sudah tersedia atau baru akan ditimbulkan. Jika data sudah ada (dalam arti tidak sengaja ditimbulkan), dan peneliti ingin mengetahui gambaran tentang data yang secara sengaja ditimbulkan, maka penelitiannya berbentuk eksperimen.
Penelitian kualitatif berbentuk non-eksperimen yang banyak dilakukan berbentuk antara lain: penelitian deskriptif, eksploratif, survei, dan penelitian evaluasi. Penelitian eksperimen dapat berbentuk eksperimen dalam berbagai desain, dan penelitian tinakan. Analisis data penelitian non-eksperimen dapat dilakukan menggunakan rumus statistik, dapat juga hanya statistik sederhana dalam bentuk rerata, simpang baku, tabulasi silang, dan disajikan dalam bentuk tabel, bagan atau grafik. Dari analisis dan tampilan data tersebut penelitii membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang menunjukan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian.


PERBEDAAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
A.    KUANTITATIF
1.      Apa yang dimaksud dengan kuantitatif ?
Kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan oleh peneliti. Kuantitatif menggunakan data penelitian berupa angka-angka  dan analisis menggunakan statistik. Penelitian kuantitatif tidak terlibat secara langsung ke lapangan namun peneliti dapat mewakilkan orang lain untuk menyebarkan angket atau melalukan wawancara terstruktur.
2.      Mengapa proses penelitian kuantitatif bersifat linier ?
Karena proses penelitian kuantitatif pada dasarnya untuk menjawab suatu masalah. Masalah tidak akan datang dengan sendirinya, namun peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Lalu masalah yang telah didapat dapat dijawab dengan merumuskan seara spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Apabila jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Selanjutnya memilih metode penelitian yang sesuai, maka peneliti dapat menyususn instrumen penelitian. Instrumen digunakan sebagai alat pengumpul data berbentuk test, angket/kuesioner untuk menjadi pedoman ketika wawancara atau observasi. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yangg berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan prosespenelitian kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier di mana langkah-langkahnya nampak jelas. Mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan, analisis data, dan membuat kesimpulan dan saran.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif ?
Beberapa karakterirtik penelitian kuantitatif dapat diuraikan secara terperinci sebagai berikut:
a.       Desain yang di gunakan spesifik, jelas dan rinci. Pada saat ditentukan sejak awal sudah mantap, dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
b.      Tujuan yang menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
c.       Teknik pengumpulan data berbentuk kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
d.      Instrumen penelitian berbentuk test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang telah tersetandar.
e.       Data yang diperoleh dengan kuantitatif, dan hasil pengukuran variabel yang dioprasionalkan dengan menggunakan instrumen.
f.       Sampel dalam penelitian ini sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal, representatif dan besar.
g.      Analisis penelitian setelah selesai pengumpulan data, deduktif, dan menggunakan statistik untuk menguji hipotetis.
h.      Hubungan dengan responden dibuat berjarak, bahkan seringtapa kontak supaya obyektif. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden, dan pada jangka pendek sampai hipoteteis dapat dibuktikan.
i.        Usulan desain lebih luas dan rinci, literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti, prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya, dan masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Hipotetis dirumuskan dengan jelas. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapagan.
j.        Kapan penelitian dianggap selesai? Penelitian dianggap selesai setelah semua kegiatan yanng direncanakan dapat diselesaikan.
k.      Kepercayaan terhadap hasil penelitian melalui penguji validitas, dan realibilitas instrumen.

B.     KUALITATIF
1.      Apayang dimaksud kualitatif ?
Kualitatif  adalah metode penelitian yang dituntut untuk terlibat langsung di lapangan. Bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara ilmiah apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi oleh keadaan dan kondisinya, yang menekannya secara deskripsi alami.
2.      Mengapa empat dasar filosofis berpengaruh dalam penelitian kuantitatif  ?
Dapat kita uraikan empat filososfis yang sangat berpengaruh terhadap penelitian kuantitatif agar mendapatkan kesimpulan bahwa faktor dasar filosofis bepengaruh dalam kualitatif :
a.       Fenomenologi, yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila peneliti melakukan penagkapan secara profesional, maksimal, dan bertangung jawab maka akan dapat diperoleh variasi refleksi dari objek. Tugas peneliti adalah memberikan intrerpretasi terhadap gejala tersebut.
b.      Interaksi simbolik, yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam penelitian kualitatif.
c.       Kebudayaan, sebagai suatu hasil budi daya manusia yang berwujud dalam tingkah laku atau benda, bahasa, simbol, dan lain-lain. Oleh karena itu jika peneliti ingin memperoleh data yang akurat dan rinci perlu sekali mempelajari latar belakang kebudayaan responden, dan lebih baik lagi jika sanggup meluangkan waktu hidup bersama mereka beberapa lama.
d.      Antropologi, yaitu dasar filosofis yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan manusia, baik secara normatif maupun historis. Peneliti harus peduli dengan kegiatan atau tindakan manusia di masa yang lampau dan yang akan datang.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif
Berikut ini karakteristik penelitian kuantitatif:
a.       Memiliki sifat induktif, yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada, mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.
b.      Melihat setting dan respons secara keseluruhan atau holistik. Peneliti berinteraksi dengan responden dalam konteka yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang seolah-olah dikendalikan peneliti.
c.       Memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami oleh peneliti menyangkut lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi tindakan.
d.      Menekankan validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti.
e.       Menekankan pada setting alami. Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada perolehan data asli.
f.       Mengutamakan proses dari pada hasil.
g.      Mengguunakan non-probalitas sampling.
h.      Peneliti sebagai instrumen yang memiliki daya responsif tinggi, memiliki sifat adaptabel, memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitian secara holistik, sanggup menambah pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan klasifikasi, dan memiliki kemampuan untuk mengeksplor dan merumuskan sehingga menjadi bahan masukan bagi pengayaan konsep ilmu.
i.        Menganjurkan penggunaan triangulasi, yaitu menyilangkan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan.
j.        Menguntungkan diri pada teknik dasar studi lapangan.
k.      Mengadakan analisis data sejak awal.

C.     PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
NO
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitataif
1.
Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal
Kejelasan unsur: subyek tempel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flasibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan ((emergent)
2.
Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan dissun.
Langkkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
3.
Hipotetis (jika memang perlu):
a.       Memajukan hipotetis yang akan diuji dalam penelitian.
b.      Hipotesis menemukan hasil yang diramalkan--- apriori.
Hipotesis:
a.       Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung --- tentatif.
Hasil penelitian terbuka.
4.
Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
Desain: desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
5.
Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
6.
Analisis data: dilakukan sesudahsemua data terkumpul.
Analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

Terdapat perbedaan antara keduanya yang sifatnya mendasar, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan:
Jenis-jenis penelitian kuantitatif dapat dibedakan dari keberadaan data yang diteliti, sudah tersedia atau baru akan ditimbulkan. Jika data sudah ada (dalam arti tidak sengaja ditimbulkan), dan peneliti ingin mengetahui gambaran tentang data yang secara sengaja ditimbulkan, maka penelitiannya berbentuk eksperimen.
Penelitian kualitatif berbentuk non-eksperimen yang banyak dilakukan berbentuk antara lain: penelitian deskriptif, eksploratif, survei, dan penelitian evaluasi. Penelitian eksperimen dapat berbentuk eksperimen dalam berbagai desain, dan penelitian tinakan. Analisis data penelitian non-eksperimen dapat dilakukan menggunakan rumus statistik, dapat juga hanya statistik sederhana dalam bentuk rerata, simpang baku, tabulasi silang, dan disajikan dalam bentuk tabel, bagan atau grafik. Dari analisis dan tampilan data tersebut penelitii membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang menunjukan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian.

Thursday, 17 October 2013

Puisi yang dimuat koran Fajar Cirebon

Angin asing

Pernahkah mendengar katanya, melihat tulisnya, merasakan detik demi detik harinya?
Pernahkan memikirkan hatinya, hidupnya, jiwanya?
Inilah keluhnya bersandar pada dinding yang rapuh, terjebak dalam kubangan permainan lagu membelai hati hingga robek.
Pernahkah sekejap mengingatnya, memandangnya?
Pernahkah dalam terlelap doa memanggil namanya?
Inilah resahnya terkadang sendiri melihatnya asik sendiri melupakan ketika sendu mata menunggu kabar darinya. Dalam kalimat tulus nan sederhana yg slalu tulus dilafadzkan hanya Tuhan yang tau.
Pernahkah dalam kesederhanaan terselip harapan agar kehangatan selalu bersama?
Ini lah gusarnya takut selembar angin asing memasukinya.


Jendela pelangi harapan

Ketenanganku duduk didekat jendela angkutan umum ini
Terlihat jelas sepotong pelangi memenjakan mata
Tertututp secuil gumpalan awan bersih
Cerah hati ini, berharap takan tersemu
Takan terhapus!



Tirai biru 

Ketika angin berlalu dan tersenyum syahdu
Menantikan aroma kekasih datang senyum simpul
Kasih, ntah kapan
aku dapat merasakan sentuhan lembutnya kembali
sehingga perlahan-lahan semulah aroma kehangatannya
dan hujan aku terus menantinya
termangu didepan potretmu berhasil
runtuhkan titik-titik hangat bergulir
tiba-tiba bayangmu hadir,
entah siapa dibalik tirai biru yang ku tunggu
setelah perlahan ku buka, dan
dia yang termanis yang pernah ku raba wajahnya...
                                                                                  untuk Ratu dan Shanty


BINTANG EMAS
Teruntuk Rio Haryanto

Berikanlah  kado terindah untuk negrimu
Berikanlah yang terbaik karena kami mendukungmu
Karena kami bangga mempunyai anak bangsa seperti mu
Kejarlah cita-cita mu setinggi anganmu
Jalejahi jagat dengan prestasimu
Semoga akan ada tumbuh suci
Anak bangsa yang berprestasi sepertimu

Kuatkan tekad, renungkan hati dan pikiran
Renungkanlah sejenak
Bahwa sahaja kamu adalah bintang emas


                                                                                                                                                              JIWA PEMBERANI
Teruntuk Rio Haryanto

Ketika matahari terbenam
Engkau mulai membenahi diri
Istirahat di kesendirian
Ketika selesai merebah
Matahari mulai muncul
Engkau mulai membenahi diri
Memulai dengan kesendirian
Ketika memulai lalu merebah

Kapan engkau mulai dan kapan engkau selesai
Ketika matahari terbenam dan terbit
Semangatlah jiwa pemberani
Kita semua menunggu keberanianmu..
Jiwa pemberani semangatlah…

Sunday, 6 October 2013

Rumah baru itu ternyata punya rio


 Pagi terbangun gara-gara suara ayam sialan, hahhaha bangun pagi lari pagi. Tapi belum sarapan dan mandi, tak apalah yang penting sudah melek ini mata.
Si mamah menyuruhku untuk mandi dulu tapi.
”Himma mandi dulu.” Panggil mamah.
”Bentar dulu Mah mau lari pagi, sarapannya di luar aja.” Jawab Himma.
Mamahnya pun hanya tersenyum saja, melihat anaknya belum mandi tapi malah lari pagi. Pagi itu Himma libur sekolah karena ada ujian kelas 3. Mamah pun beres-beres rumah sambil menunggu anaknya pulang.
Himma dan teman-temannya yang sedang berlari santai terkejut dengan rumah baru yang disamping toko buku terbesar di kota Solo, lumayan dekat dengen rumah Himma, dengan menaiki angkot AF juga sudah sampai. Dari kejauhan terlihat lelaki yang seumuran dengannya, Himma berfikir lelaki itu mirip Rio Haryanto pembalap favoritnya.
”Himma. Siapa tuh cowo ? cakep juga.” Anna tersenyum lebar.
”Hahha mirip rio si mr.busy itu.” EstY terkejut.
”Hhahh mata ku ngak salah nih liat Rio Haryanto. Nna, tuh cowo itu Rio Haryanto.” Himma terpukau gembira.
”Ia bener itu si Rio, kita kesitu yuk.” Tak sengaja Anna dan Esti bicara bersamaan.
Himma bengong karena tak percaya yang ada dirumah itu Rio Haryanto yang sangat Himma dambakan. ” Malu ahh nanti aja ya.?” Pinta Himma kepada Anna dan Esty.
Namun Anna dan Esty hanya terdiam saja tak mendengarkan Himma bicara, mereka berdua memndangi rio dari jauh.
”Ehh ko malah liatin ka rio terus sih, aku jadi cemburu nih.” Tegas HImma sambil tertawa.
” Hahah ia maff itu Rio yang selalu kamu dambakan ya ?”. Anna tertawa ngeledek Himma.
” Uhuyy rio nie. Haahaha.” Ngeledek syamma juga.
Himma hanya tersenyum malu, di saat itu juga Himma ingin bertemu pujaan hatinya. Tapi pagi itu Himma belum mandi dan dandan cantik. Walau terlihat sudah mandi dan dandan cantik. Tetap saja syamma ngak PD. Hari itu syamma sangat senang dan nyesel juga ngak dengerin nasehat mamhnya. Padahal kalu mandi dulukan bisa langsung ketemu ka Rio. Himma berfikir sambil berjalan meninggalkan jalan itu.

~ini nih baru inget ada cerpen ini udah lama banget gue bikin ga di lanjutin :D Anna dan Esty merupakan SR yg pertama kali saya kenal :')