Thursday, 30 April 2015

PERBEDAAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF




A.    KUANTITATIF
1.      Apa yang dimaksud dengan kuantitatif ?
Kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan oleh peneliti. Kuantitatif menggunakan data penelitian berupa angka-angka  dan analisis menggunakan statistik. Penelitian kuantitatif tidak terlibat secara langsung ke lapangan namun peneliti dapat mewakilkan orang lain untuk menyebarkan angket atau melalukan wawancara terstruktur.
2.      Mengapa proses penelitian kuantitatif bersifat linier ?
Karena proses penelitian kuantitatif pada dasarnya untuk menjawab suatu masalah. Masalah tidak akan datang dengan sendirinya, namun peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Lalu masalah yang telah didapat dapat dijawab dengan merumuskan seara spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Apabila jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Selanjutnya memilih metode penelitian yang sesuai, maka peneliti dapat menyususn instrumen penelitian. Instrumen digunakan sebagai alat pengumpul data berbentuk test, angket/kuesioner untuk menjadi pedoman ketika wawancara atau observasi. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yangg berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan prosespenelitian kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier di mana langkah-langkahnya nampak jelas. Mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan, analisis data, dan membuat kesimpulan dan saran.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif ?
Beberapa karakterirtik penelitian kuantitatif dapat diuraikan secara terperinci sebagai berikut:
a.       Desain yang di gunakan spesifik, jelas dan rinci. Pada saat ditentukan sejak awal sudah mantap, dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
b.      Tujuan yang menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
c.       Teknik pengumpulan data berbentuk kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
d.      Instrumen penelitian berbentuk test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang telah tersetandar.
e.       Data yang diperoleh dengan kuantitatif, dan hasil pengukuran variabel yang dioprasionalkan dengan menggunakan instrumen.
f.       Sampel dalam penelitian ini sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal, representatif dan besar.
g.      Analisis penelitian setelah selesai pengumpulan data, deduktif, dan menggunakan statistik untuk menguji hipotetis.
h.      Hubungan dengan responden dibuat berjarak, bahkan seringtapa kontak supaya obyektif. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden, dan pada jangka pendek sampai hipoteteis dapat dibuktikan.
i.        Usulan desain lebih luas dan rinci, literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti, prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya, dan masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Hipotetis dirumuskan dengan jelas. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapagan.
j.        Kapan penelitian dianggap selesai? Penelitian dianggap selesai setelah semua kegiatan yanng direncanakan dapat diselesaikan.
k.      Kepercayaan terhadap hasil penelitian melalui penguji validitas, dan realibilitas instrumen.

B.     KUALITATIF
1.      Apayang dimaksud kualitatif ?
Kualitatif  adalah metode penelitian yang dituntut untuk terlibat langsung di lapangan. Bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara ilmiah apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi oleh keadaan dan kondisinya, yang menekannya secara deskripsi alami.
2.      Mengapa empat dasar filosofis berpengaruh dalam penelitian kuantitatif  ?
Dapat kita uraikan empat filososfis yang sangat berpengaruh terhadap penelitian kuantitatif agar mendapatkan kesimpulan bahwa faktor dasar filosofis bepengaruh dalam kualitatif :
a.       Fenomenologi, yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila peneliti melakukan penagkapan secara profesional, maksimal, dan bertangung jawab maka akan dapat diperoleh variasi refleksi dari objek. Tugas peneliti adalah memberikan intrerpretasi terhadap gejala tersebut.
b.      Interaksi simbolik, yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam penelitian kualitatif.
c.       Kebudayaan, sebagai suatu hasil budi daya manusia yang berwujud dalam tingkah laku atau benda, bahasa, simbol, dan lain-lain. Oleh karena itu jika peneliti ingin memperoleh data yang akurat dan rinci perlu sekali mempelajari latar belakang kebudayaan responden, dan lebih baik lagi jika sanggup meluangkan waktu hidup bersama mereka beberapa lama.
d.      Antropologi, yaitu dasar filosofis yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan manusia, baik secara normatif maupun historis. Peneliti harus peduli dengan kegiatan atau tindakan manusia di masa yang lampau dan yang akan datang.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif
Berikut ini karakteristik penelitian kuantitatif:
a.       Memiliki sifat induktif, yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada, mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.
b.      Melihat setting dan respons secara keseluruhan atau holistik. Peneliti berinteraksi dengan responden dalam konteka yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang seolah-olah dikendalikan peneliti.
c.       Memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami oleh peneliti menyangkut lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi tindakan.
d.      Menekankan validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti.
e.       Menekankan pada setting alami. Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada perolehan data asli.
f.       Mengutamakan proses dari pada hasil.
g.      Mengguunakan non-probalitas sampling.
h.      Peneliti sebagai instrumen yang memiliki daya responsif tinggi, memiliki sifat adaptabel, memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitian secara holistik, sanggup menambah pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan klasifikasi, dan memiliki kemampuan untuk mengeksplor dan merumuskan sehingga menjadi bahan masukan bagi pengayaan konsep ilmu.
i.        Menganjurkan penggunaan triangulasi, yaitu menyilangkan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan.
j.        Menguntungkan diri pada teknik dasar studi lapangan.
k.      Mengadakan analisis data sejak awal.

C.     PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
NO
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitataif
1.
Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal
Kejelasan unsur: subyek tempel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flasibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan ((emergent)
2.
Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan dissun.
Langkkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
3.
Hipotetis (jika memang perlu):
a.       Memajukan hipotetis yang akan diuji dalam penelitian.
b.      Hipotesis menemukan hasil yang diramalkan--- apriori.
Hipotesis:
a.       Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung --- tentatif.
Hasil penelitian terbuka.
4.
Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
Desain: desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
5.
Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
6.
Analisis data: dilakukan sesudahsemua data terkumpul.
Analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

Terdapat perbedaan antara keduanya yang sifatnya mendasar, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan:
Jenis-jenis penelitian kuantitatif dapat dibedakan dari keberadaan data yang diteliti, sudah tersedia atau baru akan ditimbulkan. Jika data sudah ada (dalam arti tidak sengaja ditimbulkan), dan peneliti ingin mengetahui gambaran tentang data yang secara sengaja ditimbulkan, maka penelitiannya berbentuk eksperimen.
Penelitian kualitatif berbentuk non-eksperimen yang banyak dilakukan berbentuk antara lain: penelitian deskriptif, eksploratif, survei, dan penelitian evaluasi. Penelitian eksperimen dapat berbentuk eksperimen dalam berbagai desain, dan penelitian tinakan. Analisis data penelitian non-eksperimen dapat dilakukan menggunakan rumus statistik, dapat juga hanya statistik sederhana dalam bentuk rerata, simpang baku, tabulasi silang, dan disajikan dalam bentuk tabel, bagan atau grafik. Dari analisis dan tampilan data tersebut penelitii membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang menunjukan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian.


PERBEDAAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
A.    KUANTITATIF
1.      Apa yang dimaksud dengan kuantitatif ?
Kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan oleh peneliti. Kuantitatif menggunakan data penelitian berupa angka-angka  dan analisis menggunakan statistik. Penelitian kuantitatif tidak terlibat secara langsung ke lapangan namun peneliti dapat mewakilkan orang lain untuk menyebarkan angket atau melalukan wawancara terstruktur.
2.      Mengapa proses penelitian kuantitatif bersifat linier ?
Karena proses penelitian kuantitatif pada dasarnya untuk menjawab suatu masalah. Masalah tidak akan datang dengan sendirinya, namun peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Lalu masalah yang telah didapat dapat dijawab dengan merumuskan seara spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Apabila jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Selanjutnya memilih metode penelitian yang sesuai, maka peneliti dapat menyususn instrumen penelitian. Instrumen digunakan sebagai alat pengumpul data berbentuk test, angket/kuesioner untuk menjadi pedoman ketika wawancara atau observasi. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yangg berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan prosespenelitian kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier di mana langkah-langkahnya nampak jelas. Mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan, analisis data, dan membuat kesimpulan dan saran.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif ?
Beberapa karakterirtik penelitian kuantitatif dapat diuraikan secara terperinci sebagai berikut:
a.       Desain yang di gunakan spesifik, jelas dan rinci. Pada saat ditentukan sejak awal sudah mantap, dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
b.      Tujuan yang menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
c.       Teknik pengumpulan data berbentuk kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
d.      Instrumen penelitian berbentuk test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang telah tersetandar.
e.       Data yang diperoleh dengan kuantitatif, dan hasil pengukuran variabel yang dioprasionalkan dengan menggunakan instrumen.
f.       Sampel dalam penelitian ini sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal, representatif dan besar.
g.      Analisis penelitian setelah selesai pengumpulan data, deduktif, dan menggunakan statistik untuk menguji hipotetis.
h.      Hubungan dengan responden dibuat berjarak, bahkan seringtapa kontak supaya obyektif. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden, dan pada jangka pendek sampai hipoteteis dapat dibuktikan.
i.        Usulan desain lebih luas dan rinci, literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti, prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya, dan masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Hipotetis dirumuskan dengan jelas. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapagan.
j.        Kapan penelitian dianggap selesai? Penelitian dianggap selesai setelah semua kegiatan yanng direncanakan dapat diselesaikan.
k.      Kepercayaan terhadap hasil penelitian melalui penguji validitas, dan realibilitas instrumen.

B.     KUALITATIF
1.      Apayang dimaksud kualitatif ?
Kualitatif  adalah metode penelitian yang dituntut untuk terlibat langsung di lapangan. Bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara ilmiah apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi oleh keadaan dan kondisinya, yang menekannya secara deskripsi alami.
2.      Mengapa empat dasar filosofis berpengaruh dalam penelitian kuantitatif  ?
Dapat kita uraikan empat filososfis yang sangat berpengaruh terhadap penelitian kuantitatif agar mendapatkan kesimpulan bahwa faktor dasar filosofis bepengaruh dalam kualitatif :
a.       Fenomenologi, yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila peneliti melakukan penagkapan secara profesional, maksimal, dan bertangung jawab maka akan dapat diperoleh variasi refleksi dari objek. Tugas peneliti adalah memberikan intrerpretasi terhadap gejala tersebut.
b.      Interaksi simbolik, yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam penelitian kualitatif.
c.       Kebudayaan, sebagai suatu hasil budi daya manusia yang berwujud dalam tingkah laku atau benda, bahasa, simbol, dan lain-lain. Oleh karena itu jika peneliti ingin memperoleh data yang akurat dan rinci perlu sekali mempelajari latar belakang kebudayaan responden, dan lebih baik lagi jika sanggup meluangkan waktu hidup bersama mereka beberapa lama.
d.      Antropologi, yaitu dasar filosofis yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan manusia, baik secara normatif maupun historis. Peneliti harus peduli dengan kegiatan atau tindakan manusia di masa yang lampau dan yang akan datang.
3.      Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif
Berikut ini karakteristik penelitian kuantitatif:
a.       Memiliki sifat induktif, yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada, mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.
b.      Melihat setting dan respons secara keseluruhan atau holistik. Peneliti berinteraksi dengan responden dalam konteka yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang seolah-olah dikendalikan peneliti.
c.       Memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami oleh peneliti menyangkut lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi tindakan.
d.      Menekankan validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti.
e.       Menekankan pada setting alami. Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada perolehan data asli.
f.       Mengutamakan proses dari pada hasil.
g.      Mengguunakan non-probalitas sampling.
h.      Peneliti sebagai instrumen yang memiliki daya responsif tinggi, memiliki sifat adaptabel, memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitian secara holistik, sanggup menambah pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan klasifikasi, dan memiliki kemampuan untuk mengeksplor dan merumuskan sehingga menjadi bahan masukan bagi pengayaan konsep ilmu.
i.        Menganjurkan penggunaan triangulasi, yaitu menyilangkan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan.
j.        Menguntungkan diri pada teknik dasar studi lapangan.
k.      Mengadakan analisis data sejak awal.

C.     PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
NO
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitataif
1.
Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal
Kejelasan unsur: subyek tempel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flasibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan ((emergent)
2.
Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan dissun.
Langkkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
3.
Hipotetis (jika memang perlu):
a.       Memajukan hipotetis yang akan diuji dalam penelitian.
b.      Hipotesis menemukan hasil yang diramalkan--- apriori.
Hipotesis:
a.       Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung --- tentatif.
Hasil penelitian terbuka.
4.
Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
Desain: desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
5.
Pengumpulan data: kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
6.
Analisis data: dilakukan sesudahsemua data terkumpul.
Analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

Terdapat perbedaan antara keduanya yang sifatnya mendasar, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan:
Jenis-jenis penelitian kuantitatif dapat dibedakan dari keberadaan data yang diteliti, sudah tersedia atau baru akan ditimbulkan. Jika data sudah ada (dalam arti tidak sengaja ditimbulkan), dan peneliti ingin mengetahui gambaran tentang data yang secara sengaja ditimbulkan, maka penelitiannya berbentuk eksperimen.
Penelitian kualitatif berbentuk non-eksperimen yang banyak dilakukan berbentuk antara lain: penelitian deskriptif, eksploratif, survei, dan penelitian evaluasi. Penelitian eksperimen dapat berbentuk eksperimen dalam berbagai desain, dan penelitian tinakan. Analisis data penelitian non-eksperimen dapat dilakukan menggunakan rumus statistik, dapat juga hanya statistik sederhana dalam bentuk rerata, simpang baku, tabulasi silang, dan disajikan dalam bentuk tabel, bagan atau grafik. Dari analisis dan tampilan data tersebut penelitii membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang menunjukan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian.

No comments:

Post a Comment