A.
KUANTITATIF
1.
Apa yang
dimaksud dengan kuantitatif ?
Kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode
tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan oleh peneliti.
Kuantitatif menggunakan data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Penelitian kuantitatif tidak terlibat secara langsung ke lapangan namun
peneliti dapat mewakilkan orang lain untuk menyebarkan angket atau melalukan
wawancara terstruktur.
2.
Mengapa proses
penelitian kuantitatif bersifat linier ?
Karena proses penelitian kuantitatif pada dasarnya
untuk menjawab suatu masalah. Masalah tidak akan datang dengan sendirinya,
namun peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Lalu
masalah yang telah didapat dapat dijawab dengan merumuskan seara spesifik, dan
pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Apabila jawaban terhadap rumusan masalah yang baru
didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum
ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Selanjutnya memilih metode penelitian yang sesuai,
maka peneliti dapat menyususn instrumen penelitian. Instrumen digunakan sebagai
alat pengumpul data berbentuk test, angket/kuesioner untuk menjadi pedoman
ketika wawancara atau observasi. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu
baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Setelah data terkumpul, maka
selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis
yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu
periode penelitian yangg berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan
prosespenelitian kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian
kuantitatif bersifat linier di mana langkah-langkahnya nampak jelas. Mulai dari
rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan, analisis data, dan
membuat kesimpulan dan saran.
3.
Bagaimana karakteristik
penelitian kuantitatif ?
Beberapa karakterirtik penelitian kuantitatif dapat
diuraikan secara terperinci sebagai berikut:
a.
Desain yang di
gunakan spesifik, jelas dan rinci. Pada saat ditentukan sejak awal sudah
mantap, dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
b.
Tujuan yang
menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi
yang mempunyai nilai prediktif.
c.
Teknik
pengumpulan data berbentuk kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
d.
Instrumen
penelitian berbentuk test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang
telah tersetandar.
e.
Data yang
diperoleh dengan kuantitatif, dan hasil pengukuran variabel yang
dioprasionalkan dengan menggunakan instrumen.
f.
Sampel dalam
penelitian ini sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal, representatif dan
besar.
g.
Analisis
penelitian setelah selesai pengumpulan data, deduktif, dan menggunakan
statistik untuk menguji hipotetis.
h.
Hubungan dengan
responden dibuat berjarak, bahkan seringtapa kontak supaya obyektif. Kedudukan
peneliti lebih tinggi dari responden, dan pada jangka pendek sampai hipoteteis
dapat dibuktikan.
i.
Usulan desain
lebih luas dan rinci, literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel
yang diteliti, prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya, dan masalah
dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Hipotetis dirumuskan dengan jelas.
Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapagan.
j.
Kapan penelitian
dianggap selesai? Penelitian dianggap selesai setelah semua kegiatan yanng
direncanakan dapat diselesaikan.
k.
Kepercayaan
terhadap hasil penelitian melalui penguji validitas, dan realibilitas instrumen.
B. KUALITATIF
1.
Apayang dimaksud
kualitatif ?
Kualitatif
adalah metode penelitian yang dituntut untuk terlibat langsung di
lapangan. Bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara ilmiah apa
adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi oleh keadaan dan
kondisinya, yang menekannya secara deskripsi alami.
2.
Mengapa empat
dasar filosofis berpengaruh dalam penelitian kuantitatif ?
Dapat kita uraikan empat filososfis yang sangat
berpengaruh terhadap penelitian kuantitatif agar mendapatkan kesimpulan bahwa
faktor dasar filosofis bepengaruh dalam kualitatif :
a.
Fenomenologi,
yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara
menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila
peneliti melakukan penagkapan secara profesional, maksimal, dan bertangung
jawab maka akan dapat diperoleh variasi refleksi dari objek. Tugas peneliti
adalah memberikan intrerpretasi terhadap gejala tersebut.
b.
Interaksi simbolik,
yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam
penelitian kualitatif.
c.
Kebudayaan,
sebagai suatu hasil budi daya manusia yang berwujud dalam tingkah laku atau
benda, bahasa, simbol, dan lain-lain. Oleh karena itu jika peneliti ingin
memperoleh data yang akurat dan rinci perlu sekali mempelajari latar belakang
kebudayaan responden, dan lebih baik lagi jika sanggup meluangkan waktu hidup
bersama mereka beberapa lama.
d.
Antropologi,
yaitu dasar filosofis yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan
manusia, baik secara normatif maupun historis. Peneliti harus peduli dengan
kegiatan atau tindakan manusia di masa yang lampau dan yang akan datang.
3.
Bagaimana
karakteristik penelitian kuantitatif
Berikut ini karakteristik penelitian kuantitatif:
a.
Memiliki sifat
induktif, yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada,
mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.
b.
Melihat setting
dan respons secara keseluruhan atau holistik. Peneliti berinteraksi dengan
responden dalam konteka yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang
seolah-olah dikendalikan peneliti.
c.
Memahami
responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami
oleh peneliti menyangkut lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi
sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi tindakan.
d.
Menekankan
validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti.
e.
Menekankan pada
setting alami. Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada perolehan data
asli.
f.
Mengutamakan
proses dari pada hasil.
g.
Mengguunakan non-probalitas
sampling.
h.
Peneliti sebagai
instrumen yang memiliki daya responsif tinggi, memiliki sifat adaptabel,
memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitian secara holistik, sanggup
menambah pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan klasifikasi, dan memiliki
kemampuan untuk mengeksplor dan merumuskan sehingga menjadi bahan masukan bagi
pengayaan konsep ilmu.
i.
Menganjurkan
penggunaan triangulasi, yaitu menyilangkan informasi yang diperoleh dari sumber
sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan.
j.
Menguntungkan
diri pada teknik dasar studi lapangan.
k.
Mengadakan
analisis data sejak awal.
C. PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
|
NO
|
Penelitian
Kuantitatif
|
Penelitian
Kualitataif
|
|
1.
|
Kejelasan unsur:
tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak
awal
|
Kejelasan unsur:
subyek tempel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flasibel, timbul dan
berkembangnya sambil jalan ((emergent)
|
|
2.
|
Langkah penelitian:
segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan dissun.
|
Langkkah penelitian:
baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
|
|
3.
|
Hipotetis (jika memang perlu):
a. Memajukan
hipotetis yang akan diuji dalam penelitian.
b. Hipotesis
menemukan hasil yang diramalkan--- apriori.
|
Hipotesis:
a. Tidak
mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian
berlangsung --- tentatif.
Hasil
penelitian terbuka.
|
|
4.
|
Desain:
dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
|
Desain:
desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak
dapat dipastikan sebelumnya.
|
|
5.
|
Pengumpulan data:
kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
|
Pengumpulan data:
kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
|
|
6.
|
Analisis data:
dilakukan sesudahsemua data terkumpul.
|
Analisis data:
dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
|
Terdapat perbedaan antara keduanya yang sifatnya
mendasar, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan:
Jenis-jenis penelitian kuantitatif dapat dibedakan
dari keberadaan data yang diteliti, sudah tersedia atau baru akan ditimbulkan.
Jika data sudah ada (dalam arti tidak sengaja ditimbulkan), dan peneliti ingin
mengetahui gambaran tentang data yang secara sengaja ditimbulkan, maka
penelitiannya berbentuk eksperimen.
Penelitian kualitatif berbentuk non-eksperimen yang
banyak dilakukan berbentuk antara lain: penelitian deskriptif, eksploratif,
survei, dan penelitian evaluasi. Penelitian eksperimen dapat berbentuk
eksperimen dalam berbagai desain, dan penelitian tinakan. Analisis data
penelitian non-eksperimen dapat dilakukan menggunakan rumus statistik, dapat
juga hanya statistik sederhana dalam bentuk rerata, simpang baku, tabulasi
silang, dan disajikan dalam bentuk tabel, bagan atau grafik. Dari analisis dan
tampilan data tersebut penelitii membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang
menunjukan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian.
PERBEDAAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
A.
KUANTITATIF
1.
Apa yang
dimaksud dengan kuantitatif ?
Kuantitatif dapat dikatakan sebagai metode
tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan oleh peneliti.
Kuantitatif menggunakan data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Penelitian kuantitatif tidak terlibat secara langsung ke lapangan namun
peneliti dapat mewakilkan orang lain untuk menyebarkan angket atau melalukan
wawancara terstruktur.
2.
Mengapa proses
penelitian kuantitatif bersifat linier ?
Karena proses penelitian kuantitatif pada dasarnya
untuk menjawab suatu masalah. Masalah tidak akan datang dengan sendirinya,
namun peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai referensi. Lalu
masalah yang telah didapat dapat dijawab dengan merumuskan seara spesifik, dan
pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Apabila jawaban terhadap rumusan masalah yang baru
didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum
ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Selanjutnya memilih metode penelitian yang sesuai,
maka peneliti dapat menyususn instrumen penelitian. Instrumen digunakan sebagai
alat pengumpul data berbentuk test, angket/kuesioner untuk menjadi pedoman
ketika wawancara atau observasi. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu
baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Setelah data terkumpul, maka
selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis
yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu
periode penelitian yangg berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan
prosespenelitian kuantitatif di atas maka nampak bahwa proses penelitian
kuantitatif bersifat linier di mana langkah-langkahnya nampak jelas. Mulai dari
rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan, analisis data, dan
membuat kesimpulan dan saran.
3.
Bagaimana karakteristik
penelitian kuantitatif ?
Beberapa karakterirtik penelitian kuantitatif dapat
diuraikan secara terperinci sebagai berikut:
a.
Desain yang di
gunakan spesifik, jelas dan rinci. Pada saat ditentukan sejak awal sudah
mantap, dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
b.
Tujuan yang
menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi
yang mempunyai nilai prediktif.
c.
Teknik
pengumpulan data berbentuk kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
d.
Instrumen
penelitian berbentuk test, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang
telah tersetandar.
e.
Data yang
diperoleh dengan kuantitatif, dan hasil pengukuran variabel yang
dioprasionalkan dengan menggunakan instrumen.
f.
Sampel dalam
penelitian ini sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal, representatif dan
besar.
g.
Analisis
penelitian setelah selesai pengumpulan data, deduktif, dan menggunakan
statistik untuk menguji hipotetis.
h.
Hubungan dengan
responden dibuat berjarak, bahkan seringtapa kontak supaya obyektif. Kedudukan
peneliti lebih tinggi dari responden, dan pada jangka pendek sampai hipoteteis
dapat dibuktikan.
i.
Usulan desain
lebih luas dan rinci, literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel
yang diteliti, prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya, dan masalah
dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Hipotetis dirumuskan dengan jelas.
Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapagan.
j.
Kapan penelitian
dianggap selesai? Penelitian dianggap selesai setelah semua kegiatan yanng
direncanakan dapat diselesaikan.
k.
Kepercayaan
terhadap hasil penelitian melalui penguji validitas, dan realibilitas instrumen.
B. KUALITATIF
1.
Apayang dimaksud
kualitatif ?
Kualitatif
adalah metode penelitian yang dituntut untuk terlibat langsung di
lapangan. Bahwa pelaksanaan penelitian ini memang terjadi secara ilmiah apa
adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi oleh keadaan dan
kondisinya, yang menekannya secara deskripsi alami.
2.
Mengapa empat
dasar filosofis berpengaruh dalam penelitian kuantitatif ?
Dapat kita uraikan empat filososfis yang sangat
berpengaruh terhadap penelitian kuantitatif agar mendapatkan kesimpulan bahwa
faktor dasar filosofis bepengaruh dalam kualitatif :
a.
Fenomenologi,
yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara
menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila
peneliti melakukan penagkapan secara profesional, maksimal, dan bertangung
jawab maka akan dapat diperoleh variasi refleksi dari objek. Tugas peneliti
adalah memberikan intrerpretasi terhadap gejala tersebut.
b.
Interaksi simbolik,
yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam
penelitian kualitatif.
c.
Kebudayaan,
sebagai suatu hasil budi daya manusia yang berwujud dalam tingkah laku atau
benda, bahasa, simbol, dan lain-lain. Oleh karena itu jika peneliti ingin
memperoleh data yang akurat dan rinci perlu sekali mempelajari latar belakang
kebudayaan responden, dan lebih baik lagi jika sanggup meluangkan waktu hidup
bersama mereka beberapa lama.
d.
Antropologi,
yaitu dasar filosofis yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan
manusia, baik secara normatif maupun historis. Peneliti harus peduli dengan
kegiatan atau tindakan manusia di masa yang lampau dan yang akan datang.
3.
Bagaimana
karakteristik penelitian kuantitatif
Berikut ini karakteristik penelitian kuantitatif:
a.
Memiliki sifat
induktif, yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada,
mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.
b.
Melihat setting
dan respons secara keseluruhan atau holistik. Peneliti berinteraksi dengan
responden dalam konteka yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang
seolah-olah dikendalikan peneliti.
c.
Memahami
responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal-hal yang dialami
oleh peneliti menyangkut lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi
sosialnya, aspek yang berpengaruh, dan interaksi tindakan.
d.
Menekankan
validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti.
e.
Menekankan pada
setting alami. Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada perolehan data
asli.
f.
Mengutamakan
proses dari pada hasil.
g.
Mengguunakan non-probalitas
sampling.
h.
Peneliti sebagai
instrumen yang memiliki daya responsif tinggi, memiliki sifat adaptabel,
memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitian secara holistik, sanggup
menambah pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan klasifikasi, dan memiliki
kemampuan untuk mengeksplor dan merumuskan sehingga menjadi bahan masukan bagi
pengayaan konsep ilmu.
i.
Menganjurkan
penggunaan triangulasi, yaitu menyilangkan informasi yang diperoleh dari sumber
sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan.
j.
Menguntungkan
diri pada teknik dasar studi lapangan.
k.
Mengadakan
analisis data sejak awal.
C. PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
|
NO
|
Penelitian
Kuantitatif
|
Penelitian
Kualitataif
|
|
1.
|
Kejelasan unsur:
tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak
awal
|
Kejelasan unsur:
subyek tempel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih flasibel, timbul dan
berkembangnya sambil jalan ((emergent)
|
|
2.
|
Langkah penelitian:
segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan dissun.
|
Langkkah penelitian:
baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
|
|
3.
|
Hipotetis (jika memang perlu):
a. Memajukan
hipotetis yang akan diuji dalam penelitian.
b. Hipotesis
menemukan hasil yang diramalkan--- apriori.
|
Hipotesis:
a. Tidak
mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian
berlangsung --- tentatif.
Hasil
penelitian terbuka.
|
|
4.
|
Desain:
dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
|
Desain:
desain penelitiannya adalah fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak
dapat dipastikan sebelumnya.
|
|
5.
|
Pengumpulan data:
kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
|
Pengumpulan data:
kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
|
|
6.
|
Analisis data:
dilakukan sesudahsemua data terkumpul.
|
Analisis data:
dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
|
Terdapat perbedaan antara keduanya yang sifatnya
mendasar, meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan:
Jenis-jenis penelitian kuantitatif dapat dibedakan
dari keberadaan data yang diteliti, sudah tersedia atau baru akan ditimbulkan.
Jika data sudah ada (dalam arti tidak sengaja ditimbulkan), dan peneliti ingin
mengetahui gambaran tentang data yang secara sengaja ditimbulkan, maka
penelitiannya berbentuk eksperimen.
Penelitian kualitatif berbentuk non-eksperimen yang
banyak dilakukan berbentuk antara lain: penelitian deskriptif, eksploratif,
survei, dan penelitian evaluasi. Penelitian eksperimen dapat berbentuk
eksperimen dalam berbagai desain, dan penelitian tinakan. Analisis data
penelitian non-eksperimen dapat dilakukan menggunakan rumus statistik, dapat
juga hanya statistik sederhana dalam bentuk rerata, simpang baku, tabulasi
silang, dan disajikan dalam bentuk tabel, bagan atau grafik. Dari analisis dan
tampilan data tersebut penelitii membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang
menunjukan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian.
No comments:
Post a Comment