Friday, 6 September 2013

HIMMA BERSEMI DI HATI RIO



            “Himma… ?” panggil Amoy dari balik jendela kelas bahasa. Himma hanya menoleh dan tersenyum manis dan sibuk merapikan kerudungnya. Seperti biasa Himma, Zee dan Amoy ke kantin untuk sarapan dan bertemu pinky yang sudah menunggunya sejak tadi. “Pinkkkyyyyy….. selamat pagiii” teriak kami bersamaan. Pinky seketika kaget lalu tertawa bersama “hahahahahahaha”.
            Bel tanda masuk sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu tetapi mereka masih asyik duduk santai menikmati pagi yang cerah secerah hati himma. Satpam sekolah yang terkenal galak dan jutek memanggil mereka untuk cepat masuk kekelas.
            “Yaellahh ni satpam bawel amat dahh, baru telat 10 menit aja udah triak-triak kaya ga punya duit aja.” Keluh Amoy yang sejak tadi mengrutu disepanjang jalan menuju kelas.
Seperti biasa kami berjalan melewati kelas IPA2, tebakan Himma, Pinky, Zee benar dibalik pintu IPA2 ada sesosok mahluk yang amat Amoy suka, ya mahluk itu bernama Affwan. Amoy hanya tersipu malu tak sadar Amoy menabrak tiang pembatas di IPA3 seketika Aku, Zee dan Pinky tertawa terbahak-bahak…
 “HAHAHAHA.”
“Sampai juga dikelas.” ujar Zee. Bapak guru ibugu semoga malas ke kelas bahasa yang terkenal dengan kelas yang jarang dimasuki guru. Pagi itu aku sibuk dengan fb-ku, Zee sibuk dengan mp3 nya, Pinky sibuk cengar-cengir dihadapan HP nya yang berbunga-bunga menerima pesan singka dari sang pacar, dan…
 Amoy hanya diam mengingat kejadian barusan yang menimpanya, gimana tidak malu Amoy menabrak tiang hanya karena Affan mahluk pujaannya.
            Aku memandang jendela yang berharap ada senyum itu, oh ternyata TIDAK ada. Lagi dan lagi akuharus terpejamkan mata untuk menghela nafas tenang.
“Himma, barusan aku ketemu pujaanmu, dia bilang titip salam untukmu, ciieeee.” Syahlaa menggoda himma dengen mencubit pipi himma yang merah.
“Apa??? Yang bener kamu, ga bohongkan? Ketemu dimana emang llaa?” tanya himma penasaran. Syahlaa lalu menceritakannya dimana dia bertemu lalu kami bergegas ke tempat itu, ternyata masih ada lelaki itu. Ya pujaan himma bernama Rio lelaki yang Himma suka sejak 6 tahun yang lalu.
            Apalah kata hanya bibir bisa tersenyum ketika Aku bertemu Dia, lagi-lagi Aku harus tersadar karena tak mungkin Aku mendapatkan Rio yang terkenal pintar dan mempunyai segudang prestasi di dunia balap mobil yang biasa di sebut jet darat. Himma hanya bisa menangis ketika teringat Rio.
“Zee… tadi gue ketemu Rio disana, dia sempat tersenyum sama gue.” Ucap Himma sedih, tanpa berkata-kata Zee megajak Himma untuk menenangkan diri karena jam menunjukan sudah waktunya istirahat, Aku dan sahabatku ke kantin biasalah nongkrong.
            Himma dibuat salah tingkah ketika Rio mendekatinya dan meminta nomor HP Himma, seketika sahabtnya menyoraki Himma
 “CIEEEEEE himma.”
Himma dengan malu memberikan no HP nya. “Thx ya himma nanti malam aku sms kamu.” Rio berlalu dan tersenyum manis kepada Himma, kaget dan tak menyangka jika pujaanya itu meminta no HP nya. Seperti dunia milik Himma pada saat itu.
            “Himma tlaktir yaaa… hehehehehe” rayu Pinky manja. “iiihh apadeh, jadian aja belum apa lagi PDKT  masa mau minta di tlaktir sih?” ya mungkin nanti Himma pacaran dengan Rio, Himma hanya minta yang terbaik saat itu.
            Bel pulang berbunyi aku bergegas pulang dan lagi-lagu aku pulang sendiarian karena Amoy kumpulan OSIS, Pinky mau ke bank, Zee dan Syahlaa mau kumpulan EC.
Meski begitu aku senang karena didepan ku ada Rio. “Himma, kamu sendirian pulangnya?”. Tanya Rio.
“ia nihh teman-teman ku sedang sibuk.” Dengan malu Himma menjawabnya.
Ya sejak itu aku sering pulang bareng meski tidak setiap hari karena Rio sibuk sekali dengan jadwal latihan balapnya, aku selalu berdoa agar Rio selalu dilindungi disetiap balapanya. AMINNN.
Tentu saja aku selalu mengingatkan Rio agar tak lupa berdoa demi keselamatannya di lintas balap yang sangat extrim.
Malam pun datang dan ketika Himma hendak makan malam HP nya berdering tanda pean singkat, “no baru? Siapa ya ini hemmm. Ohh ternyataaaaa.” Himma jingkrak senang sekali ternya pujaanya sms malam ini dan tak bohong.

Malamm himma

By. Rio
*******************
Malam juga rio J


*******************
Lagi ngapain? Aku ganggu ga??


*******************
Lagi makan. Ohh enggak kok ioo J


*******************

Mereka asyik smsan sampai tengah malam padahal Himma ada PR Sastra, dan Rio pun ada sesi latihan di malaysia dan sekarang sedang bersiap-siap. Bakaln 5 hari ga ketemu rio di sekolah, dan ga mungkin himma akan mengganggu Rio denegn sms yang mungkin hanya basa-basi saja.
“Hari ini libur, rio lagi apa ya di Malaysia, nanti malam dia mau balapan di putaran ke 3. semoga dia dapat podium lagi, aminnn.” Gumam Himma di depan HP nya yang walpapernya foto RIO memakai baju balapnya. “Riooooo semangat yaaaaa” isi pesan singkat yang akan himma kirim ke Rio.
Seandainya Rio tau aku sangat menyayanginya pasti Aku akan tumbuh sayap dan terbang tinggi. Mungkin Aku dan Rio ditakdirkan hanya sebatas teman saja tidak lebih.
“Kangennn smsan….”
Keluh himma kian banyak menumpuk karena sudah 4 hari ini tidak mendapatkan sms Rio ya himma ngerti karena Rio sibuk dengan balapnya.
Hari Rabu Himma berangkat sekolah diantar ayahnya, himma tak semangat seperti biasanya dan para sahabatya menaruh pertanyaan yang membuat hati himma semakin bergulat melawan kata rindu.
“Himma lu kenapa sih? Ga biasanya diem aja dari pagi sampe mau pulang begini?” tanya Zee penasaran dan amoy pun menghampiri himma.“ga papa gue lagi galau aja Zee, Moy…..” sejenak suasana jadi sunyi seketika. Tak diduga Pinky datang dengan muka gembira.
“Ehhh mana himma??? Himma lo di cariin Rio tuh dia bela-belain dateng cuman buat lo. Sumpahh geu ga boong. Sekarang lo cepet ke kantin dehh mumpung udah bel pulang” Pinky menjelaskan. Buru-buru himma merapihkan seragam kerudung dan wajahnya yang kusut sejak pagi.
Sahabatnya pun menggoda Himma sepanjang jalan, “ciee himma… cieeee… jangan lupain kita ya kalo udah jadian???” hahahhahahahh.
“ihh apa sih? Kalo ga nembak gue gimana??” tanya Himma sedih.
 “ahh positif aja kale Himm….” Lempar Amoy dan Zee manatap senang karena sobatnya dapat bahagia jika bersama Rio.
“Himma…” panggil Rio dengan tampang kerennya sambil membawa sebungkus coklat mewah dan sepertinya coklat itu dari Malaysia.”
Hayy Rio… tadi kata Pinky, kamu nyari aku?” tanya Himma malu. “Ia nih… ada waktu ga? Aku mau ngomong sesuatu sama kamu?” dengan wajah tegang Rio meraih tangan Himma dan berkata
“AKU CINTA KAMU. AKU SAYANG KAMU. KAMU MAU GA JADI PACAR AKU.”
Sekatika Himma kaget dan tak bisa berkat-kata lagi hanya bisa tersenyum dan mengangguk pastinya senyum Himma yang manis akan terlempar ke penjuru kantin dan tak lupa sahabatnya memberikan selamat.
Nampaknya Rio dan Himma sangat malu dan senang sekali karena mereka kini telah menjadi pasangan terbaru di sekolahnya.
Yaa.. para cewe harus kecewa dan harus menerima kenyataan bahwa Rio lebih memilih Himma sebagai bunga terindahnya.
Ya memang tak di sangka pula kalau Himma jadian sama Rio…….
Untuk Amoy dia lagi PDKT sama Affwan, lain lagi sama Zee soal cowo dia tertutup banget jadi yaa intinya mungkin dia lagi pengen sendiri dulu, Pinky sibuk sama pacarnya yang namanya Reza kuliah di Semarang, Syahlaa masih setia menunggu seseorang yang jauh disana. Yaa dalam percintaan pasti akan menuai luka duka dan bahagia dan ada pertemuan pasti ada perpisahan.
“Dunia tersenyumlah karena aku akan tersenyum bersama orang-orang yang ku sayang….”

No comments:

Post a Comment