“Himma… ?”
panggil Amoy dari balik jendela kelas bahasa.
Himma hanya menoleh dan tersenyum manis dan sibuk merapikan kerudungnya.
Seperti biasa Himma, Zee dan Amoy ke kantin
untuk sarapan dan bertemu pinky yang sudah menunggunya sejak tadi.
“Pinkkkyyyyy….. selamat pagiii” teriak kami bersamaan. Pinky seketika kaget
lalu tertawa bersama “hahahahahahaha”.
Bel tanda
masuk sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu tetapi mereka masih asyik duduk
santai menikmati pagi yang cerah secerah hati himma. Satpam sekolah yang
terkenal galak dan jutek memanggil mereka untuk cepat masuk kekelas.
“Yaellahh
ni satpam bawel amat dahh, baru telat 10 menit aja udah triak-triak kaya ga
punya duit aja.” Keluh Amoy yang sejak tadi mengrutu disepanjang jalan menuju
kelas.
Seperti biasa kami berjalan
melewati kelas IPA2, tebakan Himma, Pinky, Zee benar dibalik pintu IPA2 ada
sesosok mahluk yang amat Amoy suka, ya mahluk
itu bernama Affwan. Amoy hanya tersipu malu tak sadar Amoy
menabrak tiang pembatas di IPA3 seketika Aku, Zee dan Pinky tertawa
terbahak-bahak…
“HAHAHAHA.”
“Sampai juga dikelas.” ujar Zee.
Bapak guru ibugu semoga malas ke kelas bahasa yang terkenal dengan kelas yang
jarang dimasuki guru. Pagi itu aku sibuk dengan fb-ku, Zee sibuk dengan mp3
nya, Pinky sibuk cengar-cengir dihadapan HP nya yang berbunga-bunga menerima
pesan singka dari sang pacar, dan…
Amoy hanya diam mengingat kejadian barusan
yang menimpanya, gimana tidak malu Amoy
menabrak tiang hanya karena Affan mahluk pujaannya.
Aku
memandang jendela yang berharap ada senyum itu, oh ternyata TIDAK ada. Lagi dan
lagi akuharus terpejamkan mata untuk menghela nafas tenang.
“Himma, barusan aku ketemu
pujaanmu, dia bilang titip salam untukmu, ciieeee.” Syahlaa menggoda himma
dengen mencubit pipi himma yang merah.
“Apa??? Yang bener kamu, ga
bohongkan? Ketemu dimana emang llaa?” tanya himma penasaran. Syahlaa lalu
menceritakannya dimana dia bertemu lalu kami bergegas ke tempat itu, ternyata
masih ada lelaki itu. Ya pujaan himma bernama Rio
lelaki yang Himma suka sejak 6 tahun yang lalu.
Apalah kata
hanya bibir bisa tersenyum ketika Aku bertemu Dia, lagi-lagi Aku harus tersadar
karena tak mungkin Aku mendapatkan Rio yang terkenal pintar dan mempunyai
segudang prestasi di dunia balap mobil yang biasa di sebut jet darat. Himma
hanya bisa menangis ketika teringat Rio.
“Zee… tadi gue ketemu Rio disana, dia sempat tersenyum sama gue.” Ucap Himma
sedih, tanpa berkata-kata Zee megajak Himma untuk menenangkan diri karena jam
menunjukan sudah waktunya istirahat, Aku dan sahabatku ke kantin biasalah
nongkrong.
Himma
dibuat salah tingkah ketika Rio mendekatinya
dan meminta nomor HP Himma, seketika sahabtnya menyoraki Himma
“CIEEEEEE himma.”
Himma dengan malu memberikan no
HP nya. “Thx ya himma nanti malam aku sms kamu.” Rio
berlalu dan tersenyum manis kepada Himma, kaget dan tak menyangka jika pujaanya
itu meminta no HP nya. Seperti dunia milik Himma pada saat itu.
“Himma tlaktir
yaaa… hehehehehe” rayu Pinky manja. “iiihh apadeh, jadian aja belum apa lagi
PDKT masa mau minta di tlaktir sih?” ya
mungkin nanti Himma pacaran dengan Rio, Himma
hanya minta yang terbaik saat itu.
Bel pulang
berbunyi aku bergegas pulang dan lagi-lagu aku pulang sendiarian karena Amoy kumpulan OSIS, Pinky mau ke bank, Zee dan Syahlaa mau
kumpulan EC.
Meski begitu aku senang karena
didepan ku ada Rio. “Himma, kamu sendirian
pulangnya?”. Tanya Rio.
“ia nihh teman-teman ku sedang sibuk.” Dengan malu Himma
menjawabnya.
Ya sejak itu aku sering pulang
bareng meski tidak setiap hari karena Rio sibuk sekali dengan jadwal latihan
balapnya, aku selalu berdoa agar Rio selalu
dilindungi disetiap balapanya. AMINNN.
Tentu saja aku selalu mengingatkan
Rio agar tak lupa berdoa demi keselamatannya
di lintas balap yang sangat extrim.
Malam pun datang dan ketika Himma
hendak makan malam HP nya berdering tanda pean singkat, “no baru? Siapa ya ini
hemmm. Ohh ternyataaaaa.” Himma jingkrak senang sekali ternya pujaanya sms
malam ini dan tak bohong.
Malamm himma
By. Rio
*******************
Malam juga rio J
*******************
Lagi ngapain? Aku
ganggu ga??
*******************
Lagi makan. Ohh enggak
kok ioo J
*******************
Mereka asyik smsan sampai tengah
malam padahal Himma ada PR Sastra, dan Rio pun ada sesi latihan di malaysia
dan sekarang sedang bersiap-siap. Bakaln 5 hari ga ketemu rio di sekolah, dan
ga mungkin himma akan mengganggu Rio denegn
sms yang mungkin hanya basa-basi saja.
“Hari ini libur, rio lagi apa ya
di Malaysia, nanti malam dia mau balapan di putaran ke 3. semoga dia dapat
podium lagi, aminnn.” Gumam Himma di depan HP nya yang walpapernya foto RIO memakai baju balapnya. “Riooooo semangat yaaaaa” isi
pesan singkat yang akan himma kirim ke Rio.
Seandainya Rio tau aku sangat
menyayanginya pasti Aku akan tumbuh sayap dan terbang tinggi. Mungkin Aku dan Rio ditakdirkan hanya sebatas teman saja tidak lebih.
“Kangennn smsan….”
Keluh himma kian banyak menumpuk
karena sudah 4 hari ini tidak mendapatkan sms Rio ya himma ngerti karena Rio sibuk dengan balapnya.
Hari Rabu Himma berangkat sekolah
diantar ayahnya, himma tak semangat seperti biasanya dan para sahabatya menaruh
pertanyaan yang membuat hati himma semakin bergulat melawan kata rindu.
“Himma lu kenapa sih? Ga biasanya
diem aja dari pagi sampe mau pulang begini?” tanya Zee penasaran dan amoy pun
menghampiri himma.“ga papa gue lagi galau aja Zee, Moy…..” sejenak suasana jadi
sunyi seketika. Tak diduga Pinky datang dengan muka gembira.
“Ehhh mana himma??? Himma lo di
cariin Rio tuh dia bela-belain dateng cuman
buat lo. Sumpahh geu ga boong. Sekarang lo cepet ke kantin dehh mumpung udah
bel pulang” Pinky menjelaskan. Buru-buru himma merapihkan seragam kerudung dan
wajahnya yang kusut sejak pagi.
Sahabatnya pun menggoda Himma
sepanjang jalan, “ciee himma… cieeee… jangan lupain kita ya kalo udah
jadian???” hahahhahahahh.
“ihh apa sih? Kalo ga nembak gue
gimana??” tanya Himma sedih.
“ahh positif aja kale Himm….” Lempar Amoy dan
Zee manatap senang karena sobatnya dapat bahagia jika bersama Rio.
“Himma…” panggil Rio dengan tampang
kerennya sambil membawa sebungkus coklat mewah dan sepertinya coklat itu dari Malaysia.”
Hayy Rio…
tadi kata Pinky, kamu nyari aku?” tanya Himma malu. “Ia nih… ada waktu ga? Aku
mau ngomong sesuatu sama kamu?” dengan wajah tegang Rio
meraih tangan Himma dan berkata
“AKU CINTA KAMU. AKU SAYANG KAMU.
KAMU MAU GA JADI PACAR AKU.”
Sekatika Himma kaget dan tak bisa
berkat-kata lagi hanya bisa tersenyum dan mengangguk pastinya senyum Himma yang
manis akan terlempar ke penjuru kantin dan tak lupa sahabatnya memberikan
selamat.
Nampaknya Rio dan Himma sangat
malu dan senang sekali karena mereka kini telah menjadi pasangan terbaru di
sekolahnya.
Yaa.. para cewe harus kecewa dan
harus menerima kenyataan bahwa Rio lebih
memilih Himma sebagai bunga terindahnya.
Ya memang tak di sangka pula
kalau Himma jadian sama Rio…….
Untuk Amoy dia lagi PDKT sama
Affwan, lain lagi sama Zee soal cowo dia tertutup banget jadi yaa intinya
mungkin dia lagi pengen sendiri dulu, Pinky sibuk sama pacarnya yang namanya
Reza kuliah di Semarang,
Syahlaa masih setia menunggu seseorang yang jauh disana. Yaa dalam percintaan
pasti akan menuai luka duka dan bahagia dan ada pertemuan pasti ada perpisahan.
“Dunia tersenyumlah karena aku
akan tersenyum bersama orang-orang yang ku sayang….”